Tampilkan postingan dengan label Learning From my Plan B. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Learning From my Plan B. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2024

Learning From My Plan B (8)

 


Learning From My Plan B (8) 






Menuliskan ini untuk Marissa di masa depan tentang rumusan apa yang harus dilakukan jika hilang ide berbuat untuk mimpi dan apa saja yang diinginkan.
Semuanya mungkin mengira tujuan nya adalah menikah, tapi ingin sekali saat itu adalah punya teman bareng-bareng menjalani kedepannya jadi manusia sampai habis masanya dikasih ijin sm Allah.
Dulu banyak mempelajari apa maunya Allah untukku dengan banyak duduk di majelis, bersujud lebih banyak dan benar-benar menjadikan Allah teman ku di keseharian. Seperti mengganti kata Dear Diary menjadi Dear Allah.
Dulu juga banyak melihat apa yang sebenarnya aku mau dalam teman hidupnya sejalan tidak dengan yang sebenernya aku butuhkan dalam kategori sehat, bukan sekedar adiksi rasa menggebu-gebu dan merona merekah di pipiku tiap melihatnya.
Dulu juga banyak berbisik ke Allah, "Allah aku mau juga diperlakukan seperti itu, seperti ini"
"Allah aku mau juga didampingi yg seperti itu, seperti ini". Penuh rasa percaya diri kubisikan apa yang kulihat bagus kepada Allah tanpa melihat apa aku pantas atau tidak. Percaya pada Allah akan kasih kepadaku, jika aku mulai percaya utk memulainya.
Dulu juga banyak melihat ke dalam, ketempat yang hingga kutakuti menemukan sejatinya aku yang gelap dan tidak luput dosa dan banyak celanya. Dengan modal kepercayaan bahwa kutau temanku Allah dan kupercaya kutak sendiri.

Menuliskan ini karena sebentar lagi dua tahun aku menandakan Allah sesungguhnya benar-benar menjawab doa-doaku sampai dengan senyum manisnya yang sempat lupa pernah kubisikkan ke Dia.

Mudah-mudahan aku bisa berprilaku terbaik tiap harinya, sebagai wujud rasa syukurku atas doa-doa yang tidak hentinya Allah jawab, Allah kabulkan dan Allah tunda. Mudah-mudahan aku bisa memelihara kepercayaan ini dengan baik dan hati yang terus diusahakan terang ✨💫💖

Rabu, 17 Mei 2023

Learning From my Plan B (7) : Sesuatu-Nya







Lagu ku nggalauin suamiku pas sama sama masih jd temen.


Maliq n d essential - Sesuatunya

 He was out of my league, beda fakultas, keliatan naksir temen segengnya. Abis lulus kuliah ketemu lg, tetep mundur perlahan dan jaga jarak, krn beda bgt semuanya, DM DM an jg sambil  blg ke diri sendiri "temenan aja sudah seneng" senang sekali trnyata dia suka duluan 🤍✨

Aku sayang sekali suamiku, terimakasih ya Allah beneran baik sama aku. 


Mudah-mudahan rasa suka dan cintamu dijaga Allah krn aku sendirian gabisa dan banyak kurang nya.


Kuselalu doakan yg baik bagimu, walau msh suka sebel kalo kamu umbelan naro tissue sembarangan.


Atau bobo dalam 10 detik pas lagi ngobrol.

Tapi sungguh kalau Allah mau ngmg Allah lagi kasih liat ke aku, "beneran kalo Marissa minta kukasih kan? Hayo"


Aku sayang kamu


Mudah-mudahan Allah jaga cinta mu yg besar sekali sabar dan sayangnya

Selasa, 17 Januari 2023

Learning from my plan B (6): Time

 When the time is right it will come

Gapernah percaya sama quotes modelan gini solanya saya tipe yang gas terus dan kenapa tunggu besok kalo bisa sekarang. Bedanya apa.

Sampe ketemu sama suamiku yang lho lah kamu mah saya udah kenal dari dulu, kenapa baru naksir dan ngajak nikah sekarang seeeeeeeh, gatau apa gue berkali-kali patah hati sebelum ketemu eluuuuu, dari dulu napa naksir gue. Ya kira-kira begitu waktu mau nikah sama suamiku yang clueless ini.





Beda dengan Kangmas Saya perlu ketemu banyak orang yang salah dulu baru menyadari perbedaan platonic love, romantic love dan passionate aja. Zuzur letih. Ketemu sm Kangmas, di momen "Oke, ya Allah Marissa ikhlas dan oke aja sudah full menerima kalo skenario nya aku sendirian sampe akhir hayat"

Lah, ketemu sm mas-mas akward yang naksir aku karena diajak ngobrol dari hati. Padahal, udah kenal dari 10 tahun lalu. Yang memang kenalannya cuma selewat aja ya. Rencana Allah emang seru.


Seseru itu sampai saya ketulah sama kutipan-kutipan yang gak saya suka, dan membuktikan sendiri, kalau memang benar waktu sekali lagi yang membuktikan, dan percaya aja sama skenario dari Penulis Yang Paling Baik, Allah.


Banyak hal yang Allah kasih perlunya lebih dengan lamban saya terima dan tidak buru-buru ambil tindakan. Tidak buru-buru memberikan label terhadap usaha yang baru saja saya terima hasilnya dengan tidak sesuai, mungkin bukan sekarang memang untuk terima hasil yang sesuai. Nanti mungkin. Atau dua jam lagi. Memang perlu waktu, tapi untuk sampai nanti dan kemungkinan-kemungkinan yang lain, memang tetap perlu berjalan.


Selamat menunggu hasil yang sekarang masih jadi kemungkinan ya

Jumat, 08 Juli 2022

Learning From My Plan B (5) : Resonansi


Selanjutnya banyak yang kupelajari dalam hidup baru ini akan kutulis dalam serial rangkaian My Plan B, Terima kasih ya sudah mau membaca tulisan ataupun rangkaian tulisan ini.


Narasi soal keluarga baru beresonansi betul waktu langkah-langkah kecil yang kumulai untuk membuatnya sendiri.

Tahun lalu tgl 15 saat iya pada tawaran yg kusuka

Bulan lalu tgl 11 Juni saat komit pada yang kusuka

Dan pagi ini diantara semua doa yg menyegerakan ku jadi ibu,

aku mengetahui semesta minta "nanti dulu"

Kupikir dengan dekat sekali dengan anak-anak dan ayahibuku aku mudah sekali beresonansi dengan keluarga dan kedekatan akan membangun tempat nyaman bernama rumah tangga. Tapi, beberapa hari ini, atau 30 hari di tgl 11 nanti aku baru bisa menghidupinya dan banyak mendapat pembelajaran dan sudut pandang yang dulu secara sok tahu kupikir mudah.

Tulisan ini sedikit ngalor-ngidul, kalau kata orang Jawa. Dengan menyambut dan merayakan sedikit pencapaian dalam berpikiran serta pengalaman pendewasaanku, kutuliskan tulisan sederhana ini, mungkin saja Marissa di masa depan, bahwa proses dan lumat saja pelan-pelan pengalaman nya, it may not make you rich or even cool, but definitely you give a space in your day to cool down

Sabtu, 14 Mei 2022

Learning Towards my Plan B (3)

 Secara sederhana aku ingin tetap merekammu dalam menulis. Karena yang manis biar aku simpan, tidak apa-apa kalau aku yg dibilang egois.


Beberapa diantara yang ingin kutulis, tapi terlalu banyak. Aku suka sekali hanya dengan ketemu saja, walau padahal ada orang lain di sekitar kita. Tapi, lihat dari jauh saja senang. Rasa yang sederhana dan cukup saja.


"Aku saja yang ke Jakarta" katamu saat sedang kita sedang ribet mengejar dokumen.  Rasa yang akrab yang biasanya hanya kudapat dari Keluarga ku. 


Mudah-mudahan aku tambah pintar dalam belajar merespon, mencintai dan mengingat Allah bersamamu




Rabu, 09 Februari 2022

Learning Towards my Plan B (2)

Menulis ini soal dia yang secara percaya diri aku anggap kiriman Dia Yang Maha Mengatur segalanya. Tapi, sebelum buru-buru kucerita, aku menulis ini soal Dia, Allah, Tuhanku Yang Maha Esa yang rasanya dekat sekali aku sampai merasa disayang dengan cukup.
Pada Plan A yang kemudian aku bersungguh-sungguh, menurutku, aku membisikkan ke Dia bahwa mari aku bermesraan denganmu saja rasanya cukup dan tenang. Berdialog aku kemudian tiap hari diantara keraguan soal keberhargaan diri lewat banyaknya suara yang mulai bertanya kenapa tampaknya aku senang sekali sendiri dan mandiri. Aku malah bingung, bukannya mau bersama dengan siapa saja kita memang sejatinya sendiri? Tidak mau repot menjelaskan, karena Dia sudah tau apa yang kumau dan terbaik untukku, aku tidak mau repot lagi.
Tidak apa-apa ada yang dengan cuma-cuma memikirkan, baik sekali rasa sayang atas kesepian yang tidak hinggap di aku. 
Beberapa kali Allah kasih liat, banyak sekali bentuk-bentuk rasa tenang dan kasih sayang. Aku perlu percaya diri dengan apa yg kuteguhi prinsipnya.

Lalu, dia yang datang tidak bicara soal aku dan dia, tapi soal Dia Yang Maha Tahu, yang aku sayang. Aku tak perlu banyak alasan dan sekian banyak uraian, ayo saja. Kenapa tidak. 

Minggu, 30 Januari 2022

Learning Towards my Plan B

Entah apa semesta yang mau ajarkan saat aku mantap menjalani Plan A ku dalam hidup (bisa dibaca disini) lalu kemudian bertemu dia yang lain lewat pembelajaran ku tiap hari soal Dia, Yang Maha Tau Segalanya.
Sayangku Dia Yang Maha Tau Segalanya, menggiring dia yang lain kedalam Plan A yang sedang senang ku jalani. Dengan seksama bilang, ini karena "Dia Yang Maha Tau", seperti mengaminkan satu-satunya Yang Utama Yang Tau Didalam Sini.
Plan B, dia. Mengenal dan belajar tentang kompromi dan banyak hal yang ternyata aku bisa. Dan dia juga membersamai proses belajarnya. Bersama dengan cara dan kecepatan sendiri-sendiri yang khas. Sederhana saja, tidak berlebihan di ukuran yang pas dan aman.
Baru itu saja dulu yang aku mau bagikan ke dunia milik Yang Maha Tau Segalanya, tentang dia oleh Dia, plan B ku.