Tampilkan postingan dengan label Silly Grown Ups. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Silly Grown Ups. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juli 2023

Silly Grown Ups : The 6 years challenge

From 2018 to 2023 many things happened, I've decided to write this post to make a note of my life that maybe someday, I cud see me in those times.

Tulisan akan campur aduk bahasa indonesia dan bahasa inggris. Mohon maaf sebelumnya, vocabulary kepalaku jalannya begitu,mau diubah ketika menulis aku merasa dengan begitu tidak jadi diri sendiri. Banyak tulisanku tidak kuedit sama sekali, hanya karena aku malas saja. Ini aku telanjangi pikiranku dalam bentuk tulisan. Tulisan di serial Silly Grown Ups adalah serial tulisan ku memaknai perjalanan hidup dan pengembangan diri sendiri, personal tapi mudah-mudahan bisa beresonansi sedikit di hidup yang membaca. Sudah mampir saja aku sudah senang, terima kasih ya.


Silakan membaca !


---------------------------------------------------------

2018

Jaman "jualan diri sendiri" biar sanggar dikenal, wkwkwk belajar saat itu walau org ngmg yg ga asik dan ga oke, yg penting aku tau persis why I'm doin what I'm doing

The rest is just noise🤪

2019

Seneng banget bisa jalan-jalan keluar Kota sama temen-temen deketkuuuuu yg heboh pisan, foto yg beberapa jam setelah ini adalah lawak menuju sunset bareng aciw dan mbakwi.

2020

2020 momen pandemi yang stressful dan mewariskan kesadaran akan apa yang ada dipikiran berpengaruh ke fisik. It still affect me until now sumtime.

Tapi, bagai silver lining in a cloud, Allah kasih jalan dan kesempatan lewat @makanpakelokal buat berekspresi jadi diri sendiri dengan menggambar dan menolong orang, one of my niece start taking drawing seriously since her Bulek nongol di tipi karena menggambar. Banyak hal baik dalam kesempitan pandemi saat itu, alhamdulillah

2021

Cuman seminggu tapi banyak hasil bengong di Bali bareng sobat hokage klenik yang masih jd pembelajaran yang baik sampe sini. Dengan tujuan bengong dan detach di Bali malah merasa hasilnya banyak repurpose cara berpikir ku melihat hidup dan apa yg mau kulakukan, reasoning hingga habitual.. Ga ikut retreat ala ala Eat Pray Love ya walau itu film favorite ku.

Bengong bareng-bareng cewek-cewek strong luar dalem yg kayaknya hahahahihihi tp mikirnya dalem banget.

Aku kagum sih sm mrk, mudah-mudahan banyak hal baik buat mereka, because they're really are deserve it

Jadi ngerasa liburan buat healing tuh overrated. Liburan ya buat repurpose sm bengong lah

Ini momen-momen aku makin clear sama hidupku, tujuanku dan mulai ga menyesali keputusan² dan detachment sama beberapa hal yang di aku jadi beban aja apa sih elu bye.

Ga selang beberapa lama ketemu sm My Dancing Seaweed.

Allah emang ngasih liat ke aku lewat tahun ini, kalo aku clear sm tujuan hidupku, cara hidupku dan latihan di tiap interaksiku, tenang aja it will work out, whatever it is. Segitu baiknya Allah sama aku tahun itu berasa bgt aku aware di hidupku byk org baik baik banget

Pulang dr Bali reconnect sm si Cumlaude dan sibuk pisan ih ga pernah liat di kampus selain pas lewat lewat aja

2022

Ga punya foto sendiri setahunan dah bareng Masnya mulu

Disini aku ngrasa beneran ga bs lepas pegangannya sama iman dan islam, asik gitu aja

Marissa Ika Puspitasari: Selama ini dunia yg kulihat dilindungi sm orgtuaku, harus kuhadapi sendiri. Kupikir pas udha dewasa semuanya bs kuhadapi, taunya masih ada shield dari orgtuaku yang mereka usahakan. Kerjaannya mellow inget how my parents raise me and protect me

Beruntungnya aku, alhamdulillah Allah baik sekali sama aku. Momen nikahan beneran berasa bahwa itu momen juga puluhan tahun lalu Allah pilihkan orangtua yg kayak gimana buatku

Hari itu memilih temen main dan serius ku barengan aku minta dengan sungguh ke Allah. Mudah-mudahan kalo Allah rizkikan ke aku jadi orang tua, kami mau usahakan dengan hati yg tulus dan sebaik-baiknya

Tahun ini juga aku memutuskan resign dari kantor. Memberi kesempatan kediriku sendiri untuk mengambil langkah besar untuk memilih diri sendiri dan memenangkan yang membebankanku. Kejadian tahun 2020 di hidup pribadi ku udah cukup bikin aku sadar that my life is also priceless and I need to take care of it

Ga mudah, karena langsung ga punya duit, tp alhamdulillah dikasih lihat banyak jalan keluar

Banyak hari-hari ku bengong sambil liat jendela apartemen dan sekali lagi memetakan kembali tujuan hidup dan bagaimana aku menjalaninya

Dengan sederhana dan tidak terburu-buru

I want to live my life for me and the things that I love and important to me. Mungkin hidupku tinggal 30-40 tahun lagi kalau dilihat dari usia org kebanyakan. Aku ga mau menjalaninya dengan penyesalan atas keputusan² yg sebenernya bisa kubuat. Aku mengusahakan sepenuhnya kuserahkan ke Allah. Aku ingin jujur dan sekuat tenaga to live my life genuinely.

No longer listening to noises and believe in my own.

2023

Yang kurasakan Allah nuntun aku pelan-pelan, dalam banyak pilihan baik dan latihan² yg kuusahakan sekuatnya. Bisa kurasakan, I just realy need to believe on it. Step yang suka keskip karena merasa sudah jelas apa aja yang ingin kulakukan dan yang bisa kulakukan.

For this belief system to Allah and practice wholeheartedly everyday. Sure not easy, when pessimism comes to me

Membagi dan menghargai pencapaian kecil memudahkan ku, bahwa aku membuat langkah, bukan hanya soal pencapaian tapi kontribusi kecil ku buat yg kusayang juga perlu aku rayakan. Teman-teman baik, ayang, keluarga.

Serta memberi kata cukup, untuk hal-hal yg diluar kendaliku

Menulis 6 years challenge di awal agak serem karena berarti aku perlu merecall perasaannya, sulit buatku menulis hanya menulis tanpa menaruh apa yang kurasakan dan menaruhnya dalam tulisan. I simply cannot just write

Terima kasih ya Allah hari ini punya kesempatan refleksi 6 tahun ya, maaf aku msh banyak kurangnya dr janji yang kita berdua ketahui bersama. Eh, malaikat yg bareng aku kemungkinan tau jugaaa, mudah-mudahan Allah mudahkan aku menepati janjiku

BersamaMu


Menjadi yang sholihah dulu,

Lalu istri yang baik dulu,

Lalu anak yang baik dulu,

Lalu teman yang baik dulu,

Lalu apapun itu aku minta petunjukMu

Kamis, 27 Oktober 2022

Life is getting real at 30

 Being away and distanced from your loved ones. Count as your family, your besties, your common and familiar faces gives you many views about how you see life.


Bagimana melihat jarak sebagai kesempatan yang jarang diambil karena penuh dgn ketidaknyamanannya.


Bagaimana jarak kemudian memudahkan untuk melihat diluar kejadian, berpendapat dan bergerak dengan pertimbangan baru.



Ada jauh dari keluarga dan lingkungan yang kutahu betul banyak ngasih ruang Marissa untuk melihat banyak lain dan berlatih cukup dengan kebaharuan.


Tidak banyak ambil resiko (lebih tepatnya banyak berpikir dan mempertimbangkan) membuat banyak keputusan baru yg dibuat jadi terasa menyeramkan.


Langkah awal yang bisa diambil, menghadapi nya pelan-pelan, minta tlg sm Allah yang ga lihat aku gimana dan apa.


Jarak juga ngasih liat Marissa buat latihan percaya sm Allah aja, karena harusnya bukan karena jarak aja aku baliknya ke Allah.



Jarak ngasih liat Marissa, teman terbaik dan pendamping terbaik ya Allah

Rabu, 15 Juni 2022

Learning from my Plan B (4): Adaptasi dan Kompromi

 Beberapa hari yang lalu aku sm L pindah ke apartment, dua hari ga bisa tidur. Sepertinya badanku adaptasi sama banyak hal baru yang terjadi. Terlebih aku. Kalo L he is super good in handling himself, dan ga ngotot. Aku ngotot sekali.

Hari-hari pertama kami jauh dari kenyamanan support kedua orang tua kami, dipenuhi dengan pagi, menyusun rencana hari ini goals apa aja dan jadwal. Lalu mengatur, siapa urus apa, siapa kesini, siapa kesitu. Seru bagiku, karena tak tek tok dan sat set sot serta clear. Alhamdulillah Allah baik sekali, natural sekali kerjasamanya, mudah-mudahan Allah jaga.

Bareng L kemarin, menyelesaikan kebutuhan pokok kami, mengurus tempat tinggal dan menyadari bahwa letih yang dirasakan konsekuensi menuju fase hidup baru dengan tidak hanya bertanggung jawab diri sendiri tapi, ada orang lain yang akan menanggung konsekuensi atas pilihan-pilihan yang diambil. 

---


Tadi pagi ingin menulis ini setelah menatap piring sarapan L yang kubuat dan melihat piring sarapan ku. Marissa tipe yang sarapan, breakfast like a champion, and go big or go home. Menu sarapanku biasanya, lontong sayur, bubur ayam, nasi uduk dan pernah bahkan sate padang. Tapi, pagi tadi aku ikutan pola makan L dengan makan toast aja, 2 lembar. I was amazed of myself 😂. Dititik aku kompromi dengan kebiasaanku demi adaptasi dengan kegiatan baru ku dipagi hari yang perlu memasak. 


Menuju banyak adaptasi dan kompromi lainnyaaaa, yihaaw

Memasak makan malam sambil L meeting

Rewards for us

Muka berbicara
 "Aku sudah masuk adulthood, yeay" 

Belanja Bulanan pertama dan bikin member swalayan

Mengurus tempat tinggal dan perintilannya

Tamu pertama di rumah, tukang wifi


Kamis, 07 April 2022

Rumah Lama

 Balik kerumah lama when I desperately think that why everyone get so easy life while mine always been blood and tears. Malam ini karena ada satu dan dua hal, bersama mami papi pergi ke lingkungan tempat tinggal kami yang lama. Langsung aja deh ketemu tetangga-tetangga baik hati. Masih bulan puasa hangatnya seperti Lebaran.


Rumahku sih udah rata sm tanah, udah ganti jd tempat parkir dan sesekali tempat kumpul warga, kalo balik kesini baru berasa deh I've been through alot.

Banyak banget cerita di rumah lama. Aku sm adik-adik nyebutnya rumah lama karena rumah itu adalah rumah masa kecil kami. Jelek banget kalo dipikir² sekarang, tapi dulu rasanya cukup, ga merasa jelek² amat. Dulu ngerasanya cukup aja, soalnya walau suka diomelin mamipapi tp juga bs ngobrol dan nangis bareng. Rumah Lama itu sih sekarang udah jadi lapangan bulu tangkis, kadang parkiran, sekarang jadi bangunan sekretaris RT sedikit sisanya tempat ngumpul bapak-bapak. 

Aku kalo lihatnya jadi inget kalo aku sama adik-adik, we've been through alot and maybe at that moment we won't able imagine where we are now. Dulu mikirnya mimpi aja, percaya tp kalo ga kejadian ya gapapa, usaha dulu. 


Menulis ini sambil minum dari minuman kemasan yang dikasih tetanggaku yang dulu suka dititipin aku dan adik-adik yg ditinggal mamipapi kerja. Aku minum nya pake es tapi rasanya hangat sekali di hati. 


Visiting my old neighbourhood where I learn indeed it takes a village to raise a kid and stranger can feel and be like your own family. I feel loved and blessed. Where I learned as a kid that whatever your belief, kindness is a language that easily accept and resonates more than anything. Those Strangers showed me in their daily behaviours, interactions. And I still can feel it after 10 years.

Makasiiih ya ya Allah, ngasih kami lingkungan yg baik dan hangat, walau mungkin termasuk ga elit tp rasanya cukup aja.


Makasih juga nemenin aku dan adik-adik, mami papi bertumbuh dari situ. 






Thank you for raised me well

Rabu, 22 Desember 2021

The Perks of Being Extrovert

(231221, 7.30 am)

You'll have endless goodbye and questioning your worth.

You'll have endless "you are too much to me" and questioning your efforts.

You'll have endless chance to say "I'm sorry I couldn't make it" for many redundant appointments. Just because you hardly say no.

You'll be easily misunderstood just because posting a pic about your other circle.

You'll be easily seen as easy go lucky person just because you shake it off your doubts and decided to put a smile.

But it's always been fun to talk with a stranger and have a  previlege to listen to their stories

It's always been fun to meet nice stranger and they give the nicest smile you get that day.

It's always been fun to have a giggle and laugh from the same people that share ride with you

You might seem you meet and know many people but certainly you still have special persons list to meet some times and have the same mutual feelin for not saying goodbye for a while.


Senin, 13 Desember 2021

To handle the what so called easy days.

Not so long ago a close person to mine ask me about what activities that I enjoyed and relax.

For as long as I remember it always been drawing and reading a book. Not so much new or even interesting rite? Biasa aja. 

Saya masih ingat betul hari-hari dirumah kami yang lama saya membaca kumpulan cerpen yang ibu bundel sendiri hasil mencari di internet, karena anak prempuan nya menghabiskan majalah Bobo yang hanya terbit seminggu sekali itu dalam waktu 30 menit. Cerita yang Ibu saya ulang-ulang ketika saya besar. Sejauh yang saya tahu sewaktu kecil membaca menjadi bentuk pelarian saya dari belajar matematika atau mengerjakan pekerjaan rumah. Membaca dongeng dan cerita anak-anak membuat variasi tersendiri dalam imajinasi narasi dari cerita sungguh seru. 

Lalu, tembok kamar dan rumah jadi pelampiasan saya menggambarkan semesta baru hasil karangan kepala setelah membaca beberapa cerita anak dan dongeng. Menggambar rumah kotak-kotak berderet ke atas tempat para ibu, bapak dan para anak kesehariannya berenang dan bermain. Menggambar jalur mereka berjalan, jembatan dan dibawah nya cukup ikan ramah tamah, bahkan buaya digambar saya adalah makhluk baik penjaga semesta yang saya buat di tembok hijau rumah.Di pandemi kemarin, menggambarkan nelangsa nya Marissa dicurhatin beberapa banyak teman prempuan yang menghadapi pandemi dengan berbagai peran mereka ambil, jalan yang Marissa tahu untuk menyalurkannya adalah dengan menggambarkannya agar bisa menyampaikan pesan yang hadir lewat cerita mereka. 

Membaca dan menggambar buat saya menjadikan hari sulit dan biasa saja jadi mudah dilewati. Jadi mudah mengerti bagaimana yang terjadi dengan mengolahnya secara pelan dengan menggambarkannya atau membaca hal yang meresonansikan hal yang sama. 

Sampai saya diberitahu Ibu kedua luaran tersebut hasil proses berpikir, yang bisa juga dituangkan dalam menulis. Diberikannya saya buku diary gambar Barbie dengan sparkle warna pink dimana-mana oleh ibu agar saya belajar menulis hari-hari saya. Apa yang saya suka dan tidak suka. Masih Marissa simpan dan sesekali baca ulang melihat polosnya saya bercerita soal tetangga ganteng yang bertemu saat makan bakso.
Membaca, menggambar dan menulis memudahkan saya untuk loncat kembali di hari-hari sulit atau sekedar menjaga kecepatan beraktivitas di hari-hari biasa saja yang lebih sering muncul dibandingkan hari-hari penuh adrenalin dan serotonin. Kemampuan bertahan dalam hari-hari biasa saja menurut saya adalah kemampuan esensial untuk memudahkan menjalani hidup yang tidak semua harinya istimewa. Selamat menjalani hari-hari biasa saja. 

Senin, 08 November 2021

What's your plan B if no one marries you?

But now I'm not married that's the Plan A, I shud walk the plan A. If someone marries me, that's the Plan B that we need to talk about.



 Itu omongan temen-temen prempuanku waktu Marissa coba lempar ke mereka, sesama lajang waktu lagi cari jalan dari Sunset road. Setelah itu Marissa kepikiran, iya juga ya. Hidupku sekarang yang belum menikah adalah plan A ku, kenapa mikir malah kalo menikah yang plan A. Ga logis atau sebenernya pede bener bakal kayak gitu template jalan hidupmu, Mar. Setidaknya yang terjadi disini kini ya tidak. Besok ga ada yang tau. 





Hidup yang saat ini adalah hidup dengan diriku sendiri, dan rencana-rencana apapun, seperti besok berangkat kerja dengan busway adalah harusnya tentang diriku. Terlebih dahulu. Mau memasukkan rencana menikah ya boleh saja dan boleh banget, tapi yang ada sekarang dirimu dan dirimu saja. Itu dulu, kalo Allah kasih jalan untuk ada yang mau ikutan dengan rencana hidup mereka juga sebagai pasangan aku dan kamu, ya boleh juga. Good idea.Dan itu baru plan B. 

 Saat ini segala rencana adalah dengan jadi diri sendiri, berbuat baik dan terbaik buat diri sendiri dulu. Memilih sikap, perilaku, hingga pilihan keputusan-keputusan lain adalah dengan memilih diri sendiri, kemudian baru yg lain. Menjadi teman dari diri sendiri hingga nyaman adalah hal yang buru-buru perlu disepakati antara kamu dan dirimu, Marissa dengan diri Marissa. Dan itu adalah plan A.

Membaca buku pola asuh karena menarik sekali melihat bagaimana tindakan berpengaruh ke anak-anak, bukan hanya dan hanya karena ingin jadi orang tua yang baik.

Bermain dengan anak-anak karena mereka menyenangkan, bukan hanya dan hanya karena ingin latihan jadi ayah atau ibu.

Belajar lebih dalam tentang agama karena ingin jadi hamba yang taat, bukan hanya dan hanya karena ingin mengajarkan ke anak.

Membuat plan B memberikan harapan besar akan hari esok, tentu saja. Menjalani plan A adalah cara bersyukur dan sepenuhnya hadir dengan nikmat dan apapun yang sudah datang saat ini.




*seluruh foto adalah dokumentasi pribadi, mohon pemberitahuan jika ingin dipakai, begitu juga dengan tulisan ini