Belakangan ini latihan menjaga kewarasanku mulai kelihatan hasilnya.
Marah menjadi hanya sekedar tegas.
Keluhan berubah menjadi penilaian objektif dengan intonasi yang hanya naik sedikit.
Latihan agar tetap bisa marah, berkeluh-kesah dengan tetap bisa didengar.
Didengar karena rispek, bukan takut atau agar cepat selesai.
Latihan yang kujaga agar kewarasanku tidak jadi barang tukar untuk keadaan yang tidak menyenangkan.
Latihan yang kujaga karena ternyata dunia penuh dengan orang-orang yang berisik ingin didengarkan.
Beberapa temanku, kulihat juga melakukan latihan yang sama walau dengan metode yang berbeda.
Beberapa mengatur status di social media.
Dengan kata tersirat atau tersurat.
Beberapa malah dapat perhatian terlalu banyak hingga jumlah nya melebihi teman yg dimiliki.
Beberapa memilih menarik diri dari social media dan menjadi invisible juga di dunia nyata dengan rutinitas.
Latihan-latihan menjaga kewarasan yang mudah-mudahan kita makin mahir makin tak terbeban menjadi ekspresi emosi tanpa harus bertukar beban yang terlalu banyak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar